Sejak bisa merangkak, Karim, sudah mulai bermain di medan perang dengan melempari tentara-tentara Zionis dengan batu. Setiap kali tentara zionis melewati rumahnya, sambutan batu dilakukan Karim untuk mereka. Sambil berlari dan terus bersembunyi. Walau di hati kecilnya tersimpan rasa sedikit takut ditembak peluru karet atau peluru “betulan”, tapi “permainan” ini baginya adalah permainan yang “menarik” dan “murah” yang bisa dilakukan oleh anak-anak Palestina. Mungkin kita yang hidup di kota, permainan perang-perangan adalah mengundang keceriaan sesama. Mungkin pula ini yang dialami Karim, ketika batu lemparannya mengenai sasaran.
Sekarang Karim bukan lagi anak kecil dan permainan perang dengan batu sebagai amunisi, secara perlahan ditinggalkannya. Kini Karim telah remaja, permainan perangnya sudah tidak lagi menggunakan amunisi batu. Kini dia sudah mulai memegang pistol dan senapan. Sesekali dia meracik bom dan diledakkan pada pos-pos penjagaan tentara Yahudi. Cerita tentang kematian teman-temannya, saudaranya atau siapapun yang bermain perang melawan kaum Zionis tak menyulutkan hatinya untuk terus melanjutkan permainannya. Entah apa yang menyebabkan Karim begitu “menikmati” permainan perangnya itu?
Sebuah serangan dari pihak musuh tiba-tiba datang menyerang sebuah kamp pemukiman Serangan sporadis meluluhlantahkan bangunan-bangunan di kamp itu. Tank-tank musuh terus mengarahkan “moncong”nya menembaki apa saja yang terlihat. Satu per satu saudara dan teman-teman Karim tersungkur di tanah. Darah mulai membanjiri kamp pemukiman tersebut. Puing-puing bangunan runtuh berserakan. Korban jiwa tak terhitung jumlahnya.
Tak lama setelah peristiwa tragis itu, sebuah pos penjagaan Yahudi di bom oleh pejuang Palestina. Dan Karim, telah meledakkan tubuhnya di pos penjagaan itu.
Usai sudah permainan perang Karim.
---------OOO--------
Lama tak terdengar kabar dari Karim, Sang Ibu saban waktu terus berdo’a agar Karim diberi umur panjang. Hati kecil Sang Ibu tak tega melihat anaknya yang masih remaja bergumul dengan bahaya. Tapi apa daya, sejak suami dan anak-anaknya pergi meninggalkan dunia ini sebagai orang fisabilillah, Sang Ibu, tak bisa menahan Karim, putra satu-satunya yang masih ada, mengasah mesin hatinya dan keimanannya untuk menjadi martir terdepan melawan musuh-musuh Alloh. Sang Ibu paham betul tentang keinginan Karim. Dan saat itu pula Sang Ibu melepas buah hati satu-satunya untuk menyumbangkan satu-satunya nyawa yang dia punya.
Berita penyerangan kamp pemukinan dan penghancuran pos penjagaan Israel sampai ke telinga Sang Ibu. Bergegaslah Sang Ibu berlari dan mencari anaknya itu. Dan apa yang didapati adalah sama dengan suaminya terdahulu. Sebuah jasad tanpa nyawa. Hati Sang Ibu ternyata sangat tegar. Jauh hari sebelum kejadian ini, Sang Ibu sudah memasrahkan nyawa anaknya dan menitipkan setiap nafas dan langkah anaknya kepada Alloh. Kematian, di Palestina, bukanlah “acara” tangisan. Tapi kematian di Palestina adalah kebangkitan kaum muslim untuk terus merapatkan barisan menghancurkan musuh-musuh Alloh dan mengusirnya dari bumi Palestina. “Selama jasad kita belum dikubur, tidak ada satu kematian pun terjadi. Dan selama Islam masih ada, selama itu pula orang-orang kafir tidak akan rela kepada kami”, itulah pikiran Sang Ibu ketika melihat anaknya Karim, mati sebagai seorang syuhada.
Sang Ibu tidak menangis. Bibirnya digigit. Air beningnya mengalir dari kelopak matanya. Tak ada siapa-siapa lagi. Suami, anaknya dan saudara-saudaranya telah pergi mendahului dia. Kesendirian adalah teman hidupnya. Kesunyian adalah tariannya. Dan keheningan adalah nyanyiannya. Berbagai terpaan menimpa diri Sang Ibu. Namun hal itu justru membangkitkan mesin hatinya dan keimanannya untuk berdiri dan bergabung sebagai martir terdepan melawan musuh-musuh Alloh dan bergabung dalam gerakan intifadah.
Syair-syair perang dari ayat-ayat suci Illah, membangkitkan hati dan jiwanya. Sang Ibu telah berubah menjadi macan betina di medan perang. Bom demi bom diledakkan. Sang Ibu ditakuti lawan dan sangat disegani. Uraian kata-kata jihad terus dikobarkan. Bendera suci Allohu Akbar terus dikibarkan. Islam adalah tujuan hidup. Dalam satu pertempuran jihadnya, Sang Ibu akhirnya akhrinya gugur. Jihad fi sabilillah.
Salahiyah, dialah nama Sang Ibu.
Diilhami dari kisah Salahiyah
Pejuang wanita muslim Palestina
by my self, private collection
Bakauheni, 2009
Thursday, December 3, 2009
Suara Misteri
“Hei … apa yang sedang kamu pikirkan?”.
Aku terkejut mendengar seseorang menegurku, ku gelengkan kepala kiri-kanan sambil mencari siapa tahu ada orang yang kukenal diatas kapal ini. Belum sempat ku temukan pemilik suara itu, tiba-tiba terdengar suara yang agak pelan dan tertuju pada diriku. “Sadarlah, kamu tidak akan sanggup membalikkan keadaaan ini menjadi lebih baik. Apakah kamu akan merusak keseimbangan alam yang sudah tertata ini? Berpikir realistis lebih baik daripada meratapi pemikiran irasional dan subyektif! Ingat kamu hidup diatas kesadaran, bukan di bawah alam sadar. Tak perlulah kamu mengotak-atik keadaan sehingga angin akan memutarkan haluannya menuju dan mengikuti pikiran insan kamu. Itu tidak mungkin! Sesuatu sudah terjadi, dan sudah pantasnya kamu untuk menyesali itu semua! Semua sudah terlambat kawan …. “
“Siapa dia … kenapa dia tiba-tiba mencoba memberikan petuah-petuah kuno macam itu?” pikirku dalam hati.
Suara itu kembali terdengar dan kali ini suara itu seakan-akan terdengar semakin kencang dan dekat dengan telinga dan hati ku. “… Kawan, lihatlah keatas! Apakah kamu akan mengganggap bahwa gemerlapnya bintang-bintang itu adalah sebuah kemunafikan? Atau kamu akan menganggap bintang-bintang itu hanyalah sebagai simbol kebohongan penguasa alam raya ini?”
“Bintang-bintang adalah sebuah kenyataan. Jumlah mereka sangatlah banyak. Dan mereka tunduk pada satu aturan yang sangat universal di alam jagad raya ini. Mereka memiliki cahaya-cahaya yang akan membawa kita terhindar dari kegelapan malam. Lalu apakah kamu akan tetap menganggap bahwa itu hanyalah sebuah simbol kemunafikan dan kebohongan? Dan pada satu masa, bintang-bintang itu akan redup cahayanya dan menghilang dari pandangan kita. Tak ada cahaya yang menerangi kita di malam hari. Mata kita akan buta. Gelap gulita…. Dan ketika itu manusia tetap belum sadar akan keberadaan dirinya di alam raya ini? Mereka masih mempertahankan egoisme dan kesombongan insani”.
“Tolong hentikan petuah-petuah itu…. Dan jelaskan siapa kamu dan kenapa kamu begitu sombong dengan petuah-petuah itu ?” Tanya ku kepada suara bisikan itu.
“Hari ini saya menangisi seorang laki-laki yang tidak berdaya ditelan gelombang nurani pikiran kalap. Hati dan pikirannya kaku dan beku! Seluruh sendi badannya mengeluarkan keringat kesedihan dan kehampaan. Kakinya seakan berat untuk menelusuri jejak-jejak kebahagian. Cahaya matanya redup ditelan kegelisahan.
Private Collection
Bakauheni, 2009
Aku terkejut mendengar seseorang menegurku, ku gelengkan kepala kiri-kanan sambil mencari siapa tahu ada orang yang kukenal diatas kapal ini. Belum sempat ku temukan pemilik suara itu, tiba-tiba terdengar suara yang agak pelan dan tertuju pada diriku. “Sadarlah, kamu tidak akan sanggup membalikkan keadaaan ini menjadi lebih baik. Apakah kamu akan merusak keseimbangan alam yang sudah tertata ini? Berpikir realistis lebih baik daripada meratapi pemikiran irasional dan subyektif! Ingat kamu hidup diatas kesadaran, bukan di bawah alam sadar. Tak perlulah kamu mengotak-atik keadaan sehingga angin akan memutarkan haluannya menuju dan mengikuti pikiran insan kamu. Itu tidak mungkin! Sesuatu sudah terjadi, dan sudah pantasnya kamu untuk menyesali itu semua! Semua sudah terlambat kawan …. “
“Siapa dia … kenapa dia tiba-tiba mencoba memberikan petuah-petuah kuno macam itu?” pikirku dalam hati.
Suara itu kembali terdengar dan kali ini suara itu seakan-akan terdengar semakin kencang dan dekat dengan telinga dan hati ku. “… Kawan, lihatlah keatas! Apakah kamu akan mengganggap bahwa gemerlapnya bintang-bintang itu adalah sebuah kemunafikan? Atau kamu akan menganggap bintang-bintang itu hanyalah sebagai simbol kebohongan penguasa alam raya ini?”
“Bintang-bintang adalah sebuah kenyataan. Jumlah mereka sangatlah banyak. Dan mereka tunduk pada satu aturan yang sangat universal di alam jagad raya ini. Mereka memiliki cahaya-cahaya yang akan membawa kita terhindar dari kegelapan malam. Lalu apakah kamu akan tetap menganggap bahwa itu hanyalah sebuah simbol kemunafikan dan kebohongan? Dan pada satu masa, bintang-bintang itu akan redup cahayanya dan menghilang dari pandangan kita. Tak ada cahaya yang menerangi kita di malam hari. Mata kita akan buta. Gelap gulita…. Dan ketika itu manusia tetap belum sadar akan keberadaan dirinya di alam raya ini? Mereka masih mempertahankan egoisme dan kesombongan insani”.
“Tolong hentikan petuah-petuah itu…. Dan jelaskan siapa kamu dan kenapa kamu begitu sombong dengan petuah-petuah itu ?” Tanya ku kepada suara bisikan itu.
“Hari ini saya menangisi seorang laki-laki yang tidak berdaya ditelan gelombang nurani pikiran kalap. Hati dan pikirannya kaku dan beku! Seluruh sendi badannya mengeluarkan keringat kesedihan dan kehampaan. Kakinya seakan berat untuk menelusuri jejak-jejak kebahagian. Cahaya matanya redup ditelan kegelisahan.
Private Collection
Bakauheni, 2009
Monday, November 23, 2009
Jihad dan Kesabaran

‘Umar r.a. bertanya kepada para syaikh dari kalangan Bani ‘Abbas. “Dengan apa kalian memerangi manusia?” Mereka menjawab: “Dengan kesabaran. Tidaklah kami menjumpai suatu kaum (musuh, pen.) melainkan kami bersabar menghadapi mereka sebagaimana mereka bersabar menghadapi kami.”
Sebagian salaf berkata:
“Masing-masing dari kami tidaklah menyukai kematian dan sakitnya luka-luka, akan tetapi kami diberi kelebihan dengan kesabaran.”
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menerangkan: “Ini dalam jihad memerangi musuh yang dhahir (lahir) yakni jihad melawan orang-orang kafir. Sepertinya itu pula dalam jihad memerangi musuh yang batin yakni jihad melawan (kejahatan) jiwa dan hawa nafsu. Maka sungguh berjihad pada keduanya (dhahir dan batin) merupakan seagung-agungnya jihad. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Seorang mujahid adalah orang yang memerangin jiwanya karena Allah. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal 516)
AL-Imam Al-Mubarakfuri rahimahullah mengatakan (Tuhfatul Ahwadzi hal. 206): “Yakni memaksa jiwanya yang suka memerintahkan kepada kejelekan untuk tunduk kepada apa yang mengandung keridhaan Allah SWT, dalam bentuk melaksanakan amalan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan. Jihad terhadap jiwa tersebut juga merupakan fondasi dari segala macam jihad. Karena sesungguhnya selama seorang belum berjihad untuk menundukkan jiwanya sendiri, tidaklah mungkin baginya untuk dapat berjihad memerangi musuh yang di luar jiwanya (musuh yang dhahir).”
(dikutip dari Majalah Asy Syari’ah No 52/V/1430H/2009, Permata Salaf “Jihad dan Kesabaran”)
Monday, February 16, 2009
Pemimpin bagi Perempuan
Alkisah Zaenab mendapat predikat perempuan paling cantik di seantero kampung ini. Tubuhnya yang tinggi semampai. Kulitnya yang putih bersih. Matanya yang memancarkan sinar katulistiwa. Kecantikannya menyerupai taman ‘Arsy sebagai tanda keagungan Alloh Yang Maha Kuasa yang selalu dijaga oleh empat malaikat.
Kesohoran Zaenab di kampung itu tentulah mengundang setiap lelaki untuk meminang dia. Tak ada seorang lelaki pun yang tidak jatuh cinta kepadanya. Mendapatkan hati Zaenab tentulah sangat membanggakan bagi setiap lelaki di kampung itu. Karena banyaknya lelaki yang datang kepadanya, maka dibuatlah satu kompetisi kecil dimana pemenangnya akan menjadi suaminya kelak. Dari sekian ratus kontestan yang ikut kompetisi itu, maka tinggallah menjadi dua besar dimana masing-masing akan memperoleh kesempatan selama satu jam untuk bisa berduaan dengan Zaenab sebelum akhirnya Zaenab memilih satu diantara dua pemuda itu.
Tibalah saatnya pemuda satu masuk kedalam ruangan yang disediakan oleh Zaenab, khusus untuk season satu jam bersama Zaenab. Pemuda itu sangat gagah dan tampan serta dari raut wajah dan penampilannya terlihat dia bukanlah pemuda dari golongan miskin.
“Selamat siang!”
“Selamat siang. Silahkan duduk di tempat yang telah ku sediakan!”
Tak lama kemudian pemuda satu duduk di kursi empuk yang terbuat dari kulit.
“Siapa namamu, wahai pemuda tampan?”
“Saya Farid bin Malik bin Hidayat. Pemilik usaha Malik Group. Aku memiliki karyawan ribuan orang yang tersebar di penjuru negeri ini”.
Kemudian keluarkan satu pertanyaan dari Zaenab tentang pendapat Farid akan dirinya dan cinta.
“Apa pendapatmu tentang saya dan cinta?”
Sang pemuda itu pun kemudian mengeluarkan kata-kata romantisnya
“Anda adalah wanita yang sangat cantik. Karena kecantikan anda, anda telah mengalahkan Cleopatra dari Mesir atau Lady Di dari Inggris sana. Anda adalah wanita yang sangat diidamkan oleh setiap lelaki. Termasuk aku".
Kemudian Farid mulai menjawab pertanyaan tentang cinta.
“Cinta ibarat denting dawai gitar yang dipetik dengan sentuhan jari kelembutan. Dan cinta ku kepada mu adalah cinta abadi yang akan selalu ku jaga hingga maut menjemputku”.
“Maukah engkau menjadikan aku istrimu?”
“Tentu saja”.
Tak lama kemudian, setelah Farid keluar dari ruangan tempat Zaenab berada di dalamnya, masuklah pemuda dua kedalam ruangan itu. Penampilannya biasa. Tak ada kesan kemewahan dalam dirinya. Rambutnya agak kusut. Kulitnya agak hitam akibat terlalu seringnya terbakar oleh sinar matahari.
“Assalamu’alaikum”
Wa’alaikum salam. Silahkan duduk di tempat yang telah ku sediakan!”
Tak lama kemudian pemuda dua itu duduk di kursi empuk yang terbuat dari kulit dan menerima pertanyaan yang sama seperti yang diterima oleh Farid.
“Saya Yusuf bin Hamzah. Anak kedua dari keturunan Hamzah.”
“Apa pendapatmu tentang saya dan cinta?”
Yusuf pun terdiam sejenak. Menghelakan nafasnya dan kemudian bersiap menjawab pertanyaan itu.
“Pendapatku tentang anda dan cinta adalah kasihan dan tidak ada?”
“Apa maksudmu kasihan dan tidak ada”
“Kasihan ya kasihan dan tidak ada ya tidak ada!”
“Apa yang membuat engkau harus mengasihi aku dan mengapa engkau menganggapku tidak ada?”
“Anda adalah wanita yang sangat cantik. Dan semua orang di negeri ini telah sepakat bahwa anda memang cantik. Tapi karena kecantikanmu itu, semua lelaki di negeri ini telah buta akan kecantikan perempuan yang sebenarnya hanya bersifat semu. Dan aku adalah termasuk lelaki itu. Lima menit yang lalu. Tapi kini mataku telah mendapatkan cahaya bahwa engkau sesungguhnya adalah perempuan yang patut aku kasihani dan aku anggap engkau tidak ada”.
“Mengapa demikian?”
“Sesungguhnya wanita yang telah menjaga kecantikannya hanya untuk suaminya adalah wanita yang cantik sesungguhnya. Dan wanita yang tidak tinggal berdua dengan lelaki yang belum menjadi suaminya adalah sebaik-baiknya wanita. Sedangkan anda dengan bangga mengadakan permainan ini untuk mengagungkan kecantikan anda dan memberikan kabar yang lebih luas lagi bahwa kecantikan anda telah menaklukan ratusan hati para lelaki”.
“Lalu!”
“Oleh karena itu aku sangat kasihan padamu, wahai Zaenab. Aku kasihan karena engkau telah diperdagangkan oleh ratusan lelaki yang menginginkanmu yang sebenarnya anda bisa memilih langsung satu diantara sekian lelaki yang ada di kampung ini tanpa harus melalui permainan ini. Dan aku kasihan kepadamu, karena dengan kecantikan yang engkau miliki, engkau telah membuat hati setiap laki-laki luluh runtuh tak berdaya. Walaupun engkau adalah harapan dari setiap laki-laki, tapi tidak bagiku, karena aku takut kehilangan wanita secantik mu dan aku tak mau hati ku menjadi lembek karena kecintaanku pada kecantikanmu yang menyebabkan aku akan menjadi pelayan mu. Karena itu cinta ku pada mu adalah tidak ada. Karena sebaik-baiknya suami adalah pemimpin bagi perempuan dan sebaik-baiknya istri adalah istri yang selalu senantiasa menjaga kehormatan suami dan keluarga.
(Catatan Pribadi - Bakauheni, Feb 2009)
Kesohoran Zaenab di kampung itu tentulah mengundang setiap lelaki untuk meminang dia. Tak ada seorang lelaki pun yang tidak jatuh cinta kepadanya. Mendapatkan hati Zaenab tentulah sangat membanggakan bagi setiap lelaki di kampung itu. Karena banyaknya lelaki yang datang kepadanya, maka dibuatlah satu kompetisi kecil dimana pemenangnya akan menjadi suaminya kelak. Dari sekian ratus kontestan yang ikut kompetisi itu, maka tinggallah menjadi dua besar dimana masing-masing akan memperoleh kesempatan selama satu jam untuk bisa berduaan dengan Zaenab sebelum akhirnya Zaenab memilih satu diantara dua pemuda itu.
Tibalah saatnya pemuda satu masuk kedalam ruangan yang disediakan oleh Zaenab, khusus untuk season satu jam bersama Zaenab. Pemuda itu sangat gagah dan tampan serta dari raut wajah dan penampilannya terlihat dia bukanlah pemuda dari golongan miskin.
“Selamat siang!”
“Selamat siang. Silahkan duduk di tempat yang telah ku sediakan!”
Tak lama kemudian pemuda satu duduk di kursi empuk yang terbuat dari kulit.
“Siapa namamu, wahai pemuda tampan?”
“Saya Farid bin Malik bin Hidayat. Pemilik usaha Malik Group. Aku memiliki karyawan ribuan orang yang tersebar di penjuru negeri ini”.
Kemudian keluarkan satu pertanyaan dari Zaenab tentang pendapat Farid akan dirinya dan cinta.
“Apa pendapatmu tentang saya dan cinta?”
Sang pemuda itu pun kemudian mengeluarkan kata-kata romantisnya
“Anda adalah wanita yang sangat cantik. Karena kecantikan anda, anda telah mengalahkan Cleopatra dari Mesir atau Lady Di dari Inggris sana. Anda adalah wanita yang sangat diidamkan oleh setiap lelaki. Termasuk aku".
Kemudian Farid mulai menjawab pertanyaan tentang cinta.
“Cinta ibarat denting dawai gitar yang dipetik dengan sentuhan jari kelembutan. Dan cinta ku kepada mu adalah cinta abadi yang akan selalu ku jaga hingga maut menjemputku”.
“Maukah engkau menjadikan aku istrimu?”
“Tentu saja”.
Tak lama kemudian, setelah Farid keluar dari ruangan tempat Zaenab berada di dalamnya, masuklah pemuda dua kedalam ruangan itu. Penampilannya biasa. Tak ada kesan kemewahan dalam dirinya. Rambutnya agak kusut. Kulitnya agak hitam akibat terlalu seringnya terbakar oleh sinar matahari.
“Assalamu’alaikum”
Wa’alaikum salam. Silahkan duduk di tempat yang telah ku sediakan!”
Tak lama kemudian pemuda dua itu duduk di kursi empuk yang terbuat dari kulit dan menerima pertanyaan yang sama seperti yang diterima oleh Farid.
“Saya Yusuf bin Hamzah. Anak kedua dari keturunan Hamzah.”
“Apa pendapatmu tentang saya dan cinta?”
Yusuf pun terdiam sejenak. Menghelakan nafasnya dan kemudian bersiap menjawab pertanyaan itu.
“Pendapatku tentang anda dan cinta adalah kasihan dan tidak ada?”
“Apa maksudmu kasihan dan tidak ada”
“Kasihan ya kasihan dan tidak ada ya tidak ada!”
“Apa yang membuat engkau harus mengasihi aku dan mengapa engkau menganggapku tidak ada?”
“Anda adalah wanita yang sangat cantik. Dan semua orang di negeri ini telah sepakat bahwa anda memang cantik. Tapi karena kecantikanmu itu, semua lelaki di negeri ini telah buta akan kecantikan perempuan yang sebenarnya hanya bersifat semu. Dan aku adalah termasuk lelaki itu. Lima menit yang lalu. Tapi kini mataku telah mendapatkan cahaya bahwa engkau sesungguhnya adalah perempuan yang patut aku kasihani dan aku anggap engkau tidak ada”.
“Mengapa demikian?”
“Sesungguhnya wanita yang telah menjaga kecantikannya hanya untuk suaminya adalah wanita yang cantik sesungguhnya. Dan wanita yang tidak tinggal berdua dengan lelaki yang belum menjadi suaminya adalah sebaik-baiknya wanita. Sedangkan anda dengan bangga mengadakan permainan ini untuk mengagungkan kecantikan anda dan memberikan kabar yang lebih luas lagi bahwa kecantikan anda telah menaklukan ratusan hati para lelaki”.
“Lalu!”
“Oleh karena itu aku sangat kasihan padamu, wahai Zaenab. Aku kasihan karena engkau telah diperdagangkan oleh ratusan lelaki yang menginginkanmu yang sebenarnya anda bisa memilih langsung satu diantara sekian lelaki yang ada di kampung ini tanpa harus melalui permainan ini. Dan aku kasihan kepadamu, karena dengan kecantikan yang engkau miliki, engkau telah membuat hati setiap laki-laki luluh runtuh tak berdaya. Walaupun engkau adalah harapan dari setiap laki-laki, tapi tidak bagiku, karena aku takut kehilangan wanita secantik mu dan aku tak mau hati ku menjadi lembek karena kecintaanku pada kecantikanmu yang menyebabkan aku akan menjadi pelayan mu. Karena itu cinta ku pada mu adalah tidak ada. Karena sebaik-baiknya suami adalah pemimpin bagi perempuan dan sebaik-baiknya istri adalah istri yang selalu senantiasa menjaga kehormatan suami dan keluarga.
(Catatan Pribadi - Bakauheni, Feb 2009)
Tuesday, February 10, 2009
Puisi untuk Hisom (In Memorial)
Teringat aku akansebuah kalimat dari
Hasan Al Bashri :
"Wahai Bani Adam!
Sesungguhnya engkau adalah
kumpulan hari-hari.
Ketika hari telah berlalu,
maka berlalu pulalah sebahagian dirimu".
Dalam kitabku pun tertulis
dalam surat Al-Ankabut 57
"Tiap-tiap yang berjiwa
akan merasakan mati.
Kemudian
hanyalah kepada Kami
kamu dikembalikan."
Hari ini,
kutuliskan satu sajak
sebuah sajak untuk sahabatku, Abdul Hisom
Disaat matahari sedang bersedih
dibalik awan biru,
enggan memancarkan sinarnya.
diatas langit tanah Dusun Bakau
yang telah dibasahi
oleh tetesan hujan kesedihan
malam hari.
Hari ini,
Selasa 10 Februari 2008
Ketika tangan kami tak sanggup lagi
mendekap mu,
Ketika raga kami sudah tidak lagi
bisa menjaga mu,
Ketika jiwa kami hanya bisa mengucapkan
kata-kata doa:
“Ya Alloh, Tuhan seluruh manusia.
hilangkanlah bahaya ini,
sembuhkanlah sahabatku.
Engkau yang dapat menyembuhkan.
Tidak ada obat selain obat Engkau
yaitu obat yang tidak meninggalkan sakit
dan penyakit”
Dan pada hari ini pula,
Engkau telah meninggalkan sakit
dan penyakit itu
dengan menitahkan pembantu-Mu,
Malaikat penjemput ajal untuk
menarik satu penyakit
dari jiwa sahabatku
Untuk sahabatku, Abdul Hisom
Hari ini ..
Engkau telah meninggalkan kami semua
sebagai manusia
Dan akan lahir kembali
di alam para malaikat
dengan menjelma menjadi
satu bentuk yang tak pernah kupahami
Untuk sahabatku, Abdul Hisom
Jiwa mu telah pergi
meninggalkan kami semua,
Tak ada yang abadi,
Yang ada hanyalah kenangan
kanangan akan dirimu
yang kan kuabadikan hingga
ragaku menyertaimu
di alam para malaikat nanti.
Selamat jalan sahabatku,
semoga Alloh menempatkanmu
pada kursi terdepan.
Satu barisan dengan umat-Mu terdahulu
yang selalu setia
menyebutkan nama-Mu
di setiap denyut nadi dan nafasnya.
Amien.
Monday, February 9, 2009
Friday, January 9, 2009
Palestina, Bagaimana Bisa Aku melupakanmu
Taufik Ismail
Ketika rumahmu diruntuhkan buldozer
Dengan suara-suara gemuruh menderu,
Serasa pasir dan batu bata di dinding kamar tidurku
Bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah
Dan mengepulkan debu yang berdarah
Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu
Dilipat-lipat sebesar sapu tangan
Lalu Tel Aviv dimasukkan
Dalam fail lemari kantor Agraria,
Serasa kebun kelapa dan kebun mengaku
Di kawasan katulistiwa yang dirampas mereka
Ketika kiblat pertama gerek dan kerecaki
Bagai kelakuan reptilia dibawah tanah
Dan sepatu-sepatu serdadu menginjak tumpuan kening kita semua,
Serasa runtuh lantai papan surau
Tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al Qur’an
40 tahun silam
di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya
bening kebiru-biruan
kini ditetesi air mataku
Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu,
Ketika anak-anak kecil di Gaza
Belasan tahun bilangan umur mereka,
Menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma,
Lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,
Siapakah yang tak menjerit
Serasa anak-anak kami Indonesia
jua yang didzalimi mereka
Tapi saksikan tulang muda mereka yang patah
Akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,
Pembelit leher mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka
Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan Samir Al-Qassem,
Harun Hashim, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya
Yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta,
Jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar
Lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,
Darah kami pun memancar ke atas
Lalu menuliskan guratan kaligrafi…
”Allahu Akbar!”
Dan
“Bebaskan Palestina!”
Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu,
Ketika pabrik tak bernama
1000 ton sepakan memproduksi dusta
menebarkannya ke media cetak dan elektronika,
mengoyaki tenda-tenda pengungsi
ke padang pasir belantara,
membangkangi resolusi-resolusi majelis-majelis terhormat di dunia
membantai di Shabra dan Shatila,
mengintai Yaseer Arafat dan semua pejuang negeri Anda,
Aku pun berseru kepada khatib
Dan imam shalat Jum’at sedunia:
Doakan kolektif dengan kuat seluruh
Dan setiap pejuang yang menapak di jalan-Nya
Yang ditembaki dan kini dalam penjara
Lalu dengan kukuh kita bacalah
“Laa quwwata illa bi-llah!”
Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, jumlahnya beribu-ribu,
Tapi adzan masjid Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku
1989
[disadur dari Majalah Ash-Sholihah,
Yogyakarta, Desember 1993]
Wednesday, July 2, 2008
Pecundang Cinta
Dalam satu kisah yang konon berasal dari negeri para dewa, adalah sosok bayi bersayap membawa sebuah busur panah dan anak panah. Konon pula dia adalah putra dari Mercury (utusan dewanya para dewa yang bersayap) dan Venus (dewi cinta). Pabila anak panah itu melesat melukai orang, maka akan menimbulkan rasa gairah dan cinta. “Cupid”, begitu orang menyebutnya. Kalau aku nyebutnya "Si Cupid Stupid". He-he...Sebagian menggambarkan Cupid merupakan sosok yang tidak berperasaan, sembrono namun dapat memberikan kebahagiaan melalui panah cintanya.
Boleh jadi karena sambaran anak panah si Cupid ini, sebagian orang akan mengalami yang namanya berbunga-bunga, seneng, sebel, males, terpuruk, melamun, berkhayal, terpesona, falling in love, bobogohan, kababad manah, nyeri hate, sok puitis, sok seniman atau apapun istilahnya yang pada akhirnya menimbulkan berjuta inspirasi konyol dan sebagainya. Dan ini hinggap di sebagian banyak manusia walaupun manusia itu mencoba untuk sok cool, sok cuek, anti cinta dan lain sebagainya, sebagainya dan sebagainya.
Kang Doel pernah bilang, “Cinta itu anugrah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara bila tak punya cinta… dst”.
Perjalanan manusia adalah sebuah fragmen hati dan pikiran yang kalau diabadikan tentu akan membuat kita tertawa-tawa, mengejek-ejek, berbunga-bunga, bersedih, tersenyum terpaksa atau bahkan berdiam diri melihat tingkah pola kita yang kadang kebablasan, egois, salah tingkah dan lain sebagainya, tatkala panah si Cupid melukai kita walaupun hanya secuil ‘luka’. Itulah manusia dengan segala macam tingkah polanya.
Reaksi ?
Ketika ada aksi maka reaksi akan membalasnya. Reaksi bisa saja menjadi pasif tatkala aksi kita tidak menimbulkan ‘pergeseran’ hati pada lawan kita. Sang lawan akan membalas dengan raganya atau pikirannya atau lisannya atau matanya atau imajinasinya atau diamnya, bila aksi kita menimbulkan ‘pergeseran’ hati pada dirinya.
Tapi bisa juga aksi kita dibalas dengan sebuah reaksi semu (bisa pasif atau aktif), tatkala aksi kita sebenarnya telah ‘menggeserkan’ hati lawan kita namun lawan kita hanya berdiam diri atau tidak apresiatif. Sehingga diamnya lawan kita adalah sebuah ‘big question mark’ yang agak sukar dan sulit untuk kita ketahui jawabannya.
“Bahong !!!” … mungkin itu bisa saya katakan kepada setiap manusia yang mencoba untuk tidak mau tahu atau masa bodoh dengan yang namanya cinta.
Seperti kata Kang Doel tadi, “Cinta itu anugrah ..”. Jadi kalau kita sepakat dengan pernyataan Kang Doel, maka rasa cinta (yang datang pertama kali dari mata melalui pandangannya atau panca indera lainnya, yang kemudian diterima dan disimpan dalam memori otak. Kemudian ditranfer ke hati melalui perjalanan darah dan akhirnya hinggap di hati. Dari hati inilah, setelah melalui berbagai proses pengolahan, maka ditransferlah rasa itu ke otak kepala sehingga seluruh raga akan mencoba mentransfer rasa cinta itu keluar dari mulut dan pikiran) adalah satu ‘ruh’ yang diciptakan oleh Alloh kepada manusia untuk mengungkapkan satu ekspresi hidup secara spontan atau sistematis terhadap apa yang dilihat, dialami, diraba, dirasa didengar atau lain sebagainya terhadap sebuah ‘keagungan’ yang menyebabkan manusia bisa menjadi ‘lupa diri’ atau kelewat senang yang berlebihan.
Cinta kadang bisa membawa kita pada suatu masa dimana kita akan merasakan ‘keagungan’ itu ke dalam nuansa yang baik atau pada nuasa yang buruk. Tergantung dari transfer magnitude yang dikeluarkan oleh objek yang kita jadikan target. Artinya sebuah gamma positif yang terapresiasi dari lawan kita tentu akan membawa kita pada sebuah pernyataan setuju dan sepaham dengan cinta. Tapi bila sinar gamma itu bermuatan negatif, bisa jadi kita akan mengalami sebuah depresi yang tidak kita harapkan, walaupun kita mampu menahan depresi itu.
Ha... ha… ha… sebuah teori keblinger tentang cinta. Mungkin sebagian orang akan sependapat dengan ku tentang teori keblinger itu. Artinya anda sama-sama ‘gila’ dengan ku dalam memrepresentatifkan tentang cinta.
Ha ha ha.
Tapi setidaknya itu adalah teori yang kuangkat dari aktualisasi hidup manusia ketika manusia terkena ‘cap eceng’ panah si Cupid Stupid. Dan itu pernah kualami satu persatu dalam setiap episod hidupku. Mulai dari remaja, monkey love sampai ke elephant love atau dinosaurs love.
“Baru kusadari, cintaku pertepuk sebelah tangan … “
“Ingin ku bunuh pacarmu … aku cemburu”
Demikian kata Ahmad Dhani melalui Dewa 19-nya. Hal ini pernah (sering) kualami ketika rasa cintaku di tolak oleh si dia, si dia dan si dia. (he-he-he)
“Kemarahanmu terlalu, menyudutkan hatiku….
Kucari yang kau mau, mengharapkan ini akan berakhir”
Demikian kata Armand Maulana melalui GIGI-nya. Nyang ini juga pernah ane alami ketika rasa cintaku berhenti sebelum halte terakhir. (he-he-he)
“Bila aku … tak mungkin lagi mendampingi dirimu,
Buang semua cerita yang lalu, hancurkan kisah cinta yang dulu”
Demikian kata anak-anak The TITANS. Kalo ini ane juga pernah ngalamin waktu ane mau ngebetulin hubungan ane ama bokin ane yang sempet putus.
“Ingin … bersamamu menari … bernyanyi lagu damai mimpi. Tersenyum nuranimu harum nafasmu mewangi hiasi mimpiku”
Anak-anak Dr PM punya mimpi damai.
Ha.. ha… ha… (khayalan) waktu gue punya harapan yang tak bisa diungkap sama seorang cewek cantik berkulit putih yang rumahnya berada di samping kanan depan rumah ku .... (mimpi kali yee alias belum jodoh (justifikasi))
“Aku disini, mengingat dirimu.
Kumenangis tanpa air mata …
Bagai bintang tak bersinar, redup hati ini.
Dan ku mengerti sekarang, ternyata kita menyatu,
didalam kasih yang suci, kuakui kamu lah cintaku”
Ini beda …. kata-katanya agak panjang. Soalnya dari sinilah babak cinta yang sebenarnya, karena aku telah menemukan tambatan hati yang kujadikan sebagai persinggahan hati untuk yang terakhir dan semoga yang terakhir (kalau Alloh menghendaki. Amien) sama cewek yang sekarang telah jadi istriku. (he-he-he) Thanks buat GIGI untuk Cinta Terakhir-nya.
So …
Aku mungkin bukan ahlinya dalam teori cinta atau menggapai cinta, dalam arti kata, mendapatkan kekasih hati. Tapi setidaknya sekarang aku adalah orang yang ‘beruntung’ dan telah berhasil menaklukkan satu cinta. Satu cinta untuk istriku. Karena keberhasilan kita mendapatkan cinta hanya bisa di ukur dengan parameter ijab qabul. Jadi yang belum ijab qabul, anda hanyalah seorang pecundang cinta. Ha ha ha …
Untuk pengagum berat ‘cinta’. Jangan jadikan cinta seperti permainan rollercoaster yang selalu meliuk-liuk, berputar-putar, kadang tensi naik - kadang turun. Tapi jadikan cinta sebagai sebuah anugrah yang harus dijaga dan hanya diberikan kepada mereka yang memang layak untuk mendapatkan cinta dari kita yaitu Alloh SWT - Rasul SAW - Islam, orang tua, istri dan anak-anak kita serta saudara-saudara muslim kita.
(Bakauheni - Juli 2008)
Monday, June 16, 2008
Bocah Dusun Bakau
Friday, May 16, 2008
Lagi-lagi BBM ???
Lagi-lagi masalah Bahan Bakar Minyak alias BBM?
Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak rata-rata sekitar 30%, tentu saja akan menjadi kebijakan yang sangat meresahkan bagi masyarakat kita. Ketika ekonomi bangsa yang cenderung tidak stabil, dan disaat masyarakat sedang berusaha membangun pondasi ekonominya, tiba-tiba pemerintah merencanakan akan menaikkan harga BBM pada awal bulan Juni ini. Ada apa ini? Apakah tidak ada solusi alternative yang lebih objektif selain menaikkan harga BBM yang ujung-ujungnya menambah beban masyarakat?
Kita tidak perlu mengungkapkan lebih jauh akibat dari kenaikan BBM. Yang pasti angka realisitis sekarang ini jumlah pengangguran di kita telah mencapai 10,55 juta orang (BPS: Feb 2006) dan saya yakin angka tersebut akan terus bertambah. Penambahan tersebut bisa saja terjadi akibat dari gejala sosial dan alam seperti gempa bumi dan bencana alam lainnya yang memiliki potensi menciptakan pengangguran atau akibat kebijakan kebijakan pemerintah yang salah kaprah. Dalam kasus Lapindo saja, lebih dari 20.000 jiwa telah berubah status menjadi pengangguran. Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang morat-marit akibat ketidak-pastian kebijakan ekonomi pemerintah. Untuk kalangan industri, bila ongkos biaya produksi tidak tertutupi, pilihannya cuma ada tiga, mengurangi jumlah produksi, mempertahankan jumlah produksi dengan mengurangi tenaga kerjanya atau mengurangi jumlah produksi sekaligus mengurangi jumlah tenaga kerja. Nah, kalau pilihan kedua dan ketiga yang dipakai, akan berapa banyak lagi pengangguran yang akan tercipta? Dan gejala sosial apa yang akan terjadi bila jumlah pengangguran terus bertambah?
Bila Drajat Wibowo (pakar ekonomi) mengatakan bahwa solusi pengurangan angka pengangguran hanya dengan kebijakan pemerintah dengan membuat padat karya (job intensive), maka saya hanya bisa mengatakan bahwa solusi itu hanya bisa berjalan bila iklim ekonomi yang trend-nya cenderung naik (positif). Lalu bagaimana bisa berjalan proses padat karya (job intensive) itu bila biaya invesatasi di kita sangat mahal? Apakah dengan merevisi regulasi-regulasi tentang investasi? Bisa saja hal itu dilakukan, tapi akan banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh Negara untuk merivisi regulasi-regulasi tersebut? Ok lah, mungkin Pak Drajat Wibowo memiliki perhitungan ekonomi makro yang lebih cermat dengan indikator-indikator ekonomi yang lebih objektif karena memang dia itu pakarnya.
Dan dengan masalah BBM ini, sekali lagi saya kesal dan gemas dengan rencana kebijakan pemerintah itu!
Dalih-dalih usaha menutupi kebocoran APBN akibat harga BBM dunia yang menembus level US$ 122 per barel bahkan diduga bisa menembus level US$150-200 per barel, bagi saya yang orang awam sangat-sangat tidak rasional. Ok lah … kalau akibat kenaikan harga BBM dunia tersebut, APBN harus menanggung sekitar US$ 30 lebih untuk menutupi kebocoran APBN dan dengan menaikkan harga BBM akan mendorong penghematan APBN. Tapi alangkah baiknya dan bijaksananya bila pemerintah (yang terdiri dari orang-orang pintar itu) memperhatikan kalangan masyarakat miskin sebelum menaikkan harga BBM.
Subsidi ??? Sebuah pendidikan bangsa yang tidak baik. Kita terlalu terlena dengan bahasa subsidi. Subsidi yang dicanangkan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak pernah didistribusikan kepada masyarakat miskin secara adil dan proses bantuan subsidi tersebut akan menciptakan “generasi pemalas” bangsa. Atau yang namanya subsidi tidak pernah bisa menyentuh langsung kepada masyarakat miskin. Bisa dikatakan bahwa pemerintah sekarang ini sangat “adil”, kalau masyarakat miskin disubsidi, maka orang-orang kaya pun harus kebagian subsidi. Sungguh lucu negeri ini…..
Sunday, May 11, 2008
Nguseup .....
Sakumaha urang geus lila tinggal di Bakauheni oge, bayangkeun ti taun 2001, urang geus ngarumasa boga dua lembur, Bandung jeung Bakauheni, ternyata di Bandung, urang can pernah ngasaan asin na cai laut (nya heueh, da bandung mah teu boga laut). Nguseup teu samudah nu ku urang bayangkan. Komo deui nguseup di tepi laut atawa di tengah laut, kadang urang kudu bisa maca arah angin kamana berhembusna, angin barat atau angin timur. Tapi tetep paling asyik mun nguseupna di tengah laut, derered-dereded-dereded lauk nu noel umpan urang karasa pisan. Tapi biasa weh dasar urang sunda atawa urang darat meureun, euweuh ti karuhun na urang teh turunan nalayan, jadi lauk na oge sok milih-milih, kadang meunang lauk kadang teu menang nanaon. Nu pasti mah kesang asin campur air laut mah teu bisa dileungitkeun. Plus..plus na paling ngahideungan. He2x. Biar hitam asal dapat ikan .... Slogan barudak nu sok jago jadi nelayan. he2x.
Dina visual gambar katingal pulau Rimau, kira-kira lamun ti Jetty meuntas ka pulau eta kurang lebih 15 menit make parahu nelayan. Penghuni pulau Rimau paling ngan 50an KK. Pendudukna campur, aya urang jawa jeung urang lampung. Duka kumaha nama pulau eta disebut pulau Rimau, siga na duluna aya haha-Rimau-an. Atawa ameh katingal "serem" ku batur, pulau eta disebut pulau Rimau, ameh deukeut ka harimau.
Coba tebak ... urang meunang lauk naon .... ???
Lamun ceuk urang lampung mah eta teh "lauk tanda" atau "lauk tompel". Lumayan oge daging na, tapi lebih nikmat deui mun meunang lauk kakap atau krapu, dagingna hipu, komo deui mun pake sangu liweut, sambel gowang, botram rame-rame .... Ruaaaar biaasa ...... Maknyoss bin ajib.
"Ninggalkeun sagala kepenatan kerja .... di bakauheni mah mung nguseup ubar na ...."
Lamun ceuk urang lampung mah eta teh "lauk tanda" atau "lauk tompel". Lumayan oge daging na, tapi lebih nikmat deui mun meunang lauk kakap atau krapu, dagingna hipu, komo deui mun pake sangu liweut, sambel gowang, botram rame-rame .... Ruaaaar biaasa ...... Maknyoss bin ajib.
"Ninggalkeun sagala kepenatan kerja .... di bakauheni mah mung nguseup ubar na ...."
Friday, April 11, 2008
Pepeling
Anargya, anakku .... Pek hirup sapageuh di dunya, lir ibarat rek hirup saumur dunya ...
Anargya, anakku ....
Pek ibadah sa pageuhna, lir ibarat rek hirup sa isukan ...
Mun ieu aya pepeling ti ayah ...
Sing percaya ka kawasa Gusti Alloh, nu masihan sagala kahirupan ka hideup
Sing emut, rek susah atawa senang, omat sholatna ...
Anargya, anakku ...
Geura gede - geura lumpat
Sing jauh ti maksiat, ngarah salamat di akhirat
Sakali deui, ieu pepeling ti ayah ...
Ngarah hidep hirup salamat jeung eling salawasna,
Sagala nu dialaman ku hidep, tungtung namah bongan sorangan ...
Mun beunghar, kade ulah poho zakat ...
Bandung - April 2008
Anargya, anakku ....
Pek ibadah sa pageuhna, lir ibarat rek hirup sa isukan ...
Mun ieu aya pepeling ti ayah ...
Sing percaya ka kawasa Gusti Alloh, nu masihan sagala kahirupan ka hideup
Sing emut, rek susah atawa senang, omat sholatna ...
Anargya, anakku ...
Geura gede - geura lumpat
Sing jauh ti maksiat, ngarah salamat di akhirat
Sakali deui, ieu pepeling ti ayah ...
Ngarah hidep hirup salamat jeung eling salawasna,
Sagala nu dialaman ku hidep, tungtung namah bongan sorangan ...
Mun beunghar, kade ulah poho zakat ...
Bandung - April 2008
Wednesday, April 9, 2008
Dalam Catatan Kaki
Dariku Untuk Generasi Setelahku
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Tak ada yang istimewa dalam blogger ini, hanya beberapa tulisan hasil pemikiran sendiri di tambah beberapa refensi yang kuanggap baik untuk dijadikan pegangan plus beberapa tulisan dari kenangan-kenangan yang tercecer. Kemudian ku rapihkan, ku susun ala kadarnya dan kubuatkan satu bundelan berbentuk buku untuk ku simpan sebagai hartaku yang kelak engkaupun bisa membacanya.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Satu perjalanan seorang anak manusia yang kelak engkau akan panggil aku ayah, kakek, uyut … seterusnya, seterusnya dan seterusnya.
Sekilas mungkin tak berarti, tapi jika engkau mau pahami, sesungguhnya ini adalah ‘warisan’ dari ku untuk generasi setelahku agar engkau mau berpikir, mengambil hikmahnya dan ‘membunuh’ keburukannya.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Tak ada yang baik selain engkau jauhi apa yang telah diharamkan oleh agamamu dan mengikuti apa yang telah dihalalkan oleh agamamu. Sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah Rosul Alloh. Berpijaklah pada keduanya dan berikrarlah wahai anak-anak generasi setelahku pada keduamya. Hormatilah dan sayangilah kedua orang tuamu sehingga engkau akan selamat dari siksa dunia dan akhirat.
Inilah bagiku untuk anak-anak generasi setelah ku kelak ?
Sebuah ‘memorial’ dari anak manusia yang mencoba ‘mengenalkan’ jalan hidupnya kepada kalian agar kalian bisa mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya manusia adalah tempat berkumpulnya segala kesalahan dan dosa. Maka perbanyaklah istighfar,
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Ingatlah wahai keturunan pertamaku (Anargya Aidan), sesungguhnya engkau kelak akan menjadi khalifah (seperti yang Alloh janjikan kepada manusia) bagi keluargamu dan genarasi selanjutnya. Perkuatlah keyakinan terhadap Tuhanmu dan Rosulmu. Dan jagalah ibu mu dari ‘kebencian hati’ kepada mu.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Ini bukanlah satu ‘kesombongan’ sehingga akan riya terhadap apa yang ku ‘filmkan’ ini. Ini hanyalah satu kisah yang kutulis untuk mu agar engkau dapat mengetahui siapa aku, bagaimana aku dan bilamana aku. Dan agar engkau mau berpikir sejenak untuk mengambil satu hikmah dari perjalanan satu anak manusia.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Sebuah catatan-catatan ringan yang mungkin engkau akan tertawa atau menertawakan, memuji atau memburukkan, mendekatkan atau menjauhkan, dan sebagainya tergantung refleksi engkau dalam membacanya.
Inilah bagiku untuk anak-anak generasi setelah ku kelak ?
Untuk istri tersayang, anak tersayang, kedua orang tuaku dan (alm.) kedua mertuaku, saudara-sadaraku dan anak-anak generasi setelahku. Semoga kita semua berada dalam lindungan Alloh. Amin.
Abu Aidan (Adam Mulya) bin Muh. Isis
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Tak ada yang istimewa dalam blogger ini, hanya beberapa tulisan hasil pemikiran sendiri di tambah beberapa refensi yang kuanggap baik untuk dijadikan pegangan plus beberapa tulisan dari kenangan-kenangan yang tercecer. Kemudian ku rapihkan, ku susun ala kadarnya dan kubuatkan satu bundelan berbentuk buku untuk ku simpan sebagai hartaku yang kelak engkaupun bisa membacanya.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Satu perjalanan seorang anak manusia yang kelak engkau akan panggil aku ayah, kakek, uyut … seterusnya, seterusnya dan seterusnya.
Sekilas mungkin tak berarti, tapi jika engkau mau pahami, sesungguhnya ini adalah ‘warisan’ dari ku untuk generasi setelahku agar engkau mau berpikir, mengambil hikmahnya dan ‘membunuh’ keburukannya.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Tak ada yang baik selain engkau jauhi apa yang telah diharamkan oleh agamamu dan mengikuti apa yang telah dihalalkan oleh agamamu. Sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah Rosul Alloh. Berpijaklah pada keduanya dan berikrarlah wahai anak-anak generasi setelahku pada keduamya. Hormatilah dan sayangilah kedua orang tuamu sehingga engkau akan selamat dari siksa dunia dan akhirat.
Inilah bagiku untuk anak-anak generasi setelah ku kelak ?
Sebuah ‘memorial’ dari anak manusia yang mencoba ‘mengenalkan’ jalan hidupnya kepada kalian agar kalian bisa mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya manusia adalah tempat berkumpulnya segala kesalahan dan dosa. Maka perbanyaklah istighfar,
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Ingatlah wahai keturunan pertamaku (Anargya Aidan), sesungguhnya engkau kelak akan menjadi khalifah (seperti yang Alloh janjikan kepada manusia) bagi keluargamu dan genarasi selanjutnya. Perkuatlah keyakinan terhadap Tuhanmu dan Rosulmu. Dan jagalah ibu mu dari ‘kebencian hati’ kepada mu.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Ini bukanlah satu ‘kesombongan’ sehingga akan riya terhadap apa yang ku ‘filmkan’ ini. Ini hanyalah satu kisah yang kutulis untuk mu agar engkau dapat mengetahui siapa aku, bagaimana aku dan bilamana aku. Dan agar engkau mau berpikir sejenak untuk mengambil satu hikmah dari perjalanan satu anak manusia.
Inilah bagiku untuk generasi setelah ku kelak ?
Sebuah catatan-catatan ringan yang mungkin engkau akan tertawa atau menertawakan, memuji atau memburukkan, mendekatkan atau menjauhkan, dan sebagainya tergantung refleksi engkau dalam membacanya.
Inilah bagiku untuk anak-anak generasi setelah ku kelak ?
Untuk istri tersayang, anak tersayang, kedua orang tuaku dan (alm.) kedua mertuaku, saudara-sadaraku dan anak-anak generasi setelahku. Semoga kita semua berada dalam lindungan Alloh. Amin.
Abu Aidan (Adam Mulya) bin Muh. Isis
Monday, March 31, 2008
Mun Cengcelengan Bisa Carita [2]
Sanajan kuring geus panjang nyaritakeun aki, bapak kuring, tapi kuring acan nyaritakeun diri kuring. Samemeh kuring dipiara ku dunungan, kuring cicing di warung di daerah Plered, di sisi jalan raya Purwakarta Bandung. Harita dunungan mun teu salah tos ti Bandung. Di jalan nyimpang heula rek meuli peuyeum gantung keur bekel ari indit ka kantor. Kabiasaan dunungan di kantorna tara tuang siang, teu saperti batur. Waktu istirahat kalaluar marakan siang. Dunungan mah tetep wae di tempat kerjana. Makan siangna ngan saukur bekel anu dibawa ti imah. Aya seupan cau, goreng tempe/tahu, gedang, cau ti kebon atawa peuyeum. Kitu wae unggal poe. Tah kuring oge diboyong ti Plered ka Pondok Gede, ku alatan dunungan meuli peyeum gantung.Pagawean naon wae oge ari dikeureuyeuh mah akhirna anggeus oge. Kitu deui beuteung kuring lila-lila mah pinuh, metet, teu bisa diasupan, sanajan dijejel-jejel oge. Sanajan kitu dunungan can aya niat ngabudalkeun eusi beuteung kuring. Padahal lamun diitung-itung sajuta wae mah aya. Eta teh lain saeutik, gede pisan ceuk kuring mah. Tapi sabab can aya waktu nu “hade” dunungan can wani ngaluarkeun eusi kuring. Kakara ayeuna dunungan miara sabangsa kuring nepi ka metet, teu muat deui. Baheula mah jaman ke ngora, teu sabar hayang buru-buru ngaluarkeun wae belaan dicokelan. Tampolana lain dicokel tapi liangna digedean. Sanggeus uesina kaluar, liangna ditambal ku keretas, jadi leutik deui.Kusabab kuring geus teu bisa dieusian deui, dunungan mawa batur hiji deui. Ieu mah mangrupa entog. Jadi wae dina luhureun lomari aya nu nalingakeun kamar dunungan, kuring jeung nu anyar tea.
Aya beja Siti nyaeta bojo budak dunungan nu wastana Adam Mulya, keur kakandungan. Nurutkeun iitungan ti dokter pingalahirkeunana akhir Maret, bulan ieu. Bener wae dina poe ahad tanggal 23 Maret 2008, jam 22.40, lahir bayi laki-laki, diwastaan Anargya Aidan Mulya. Nenehna Argi. Alhamdulillah lancar. Sabenerna dina poe ahad dunungan kungsi ngalongok Siti di Rumah Bersalin Harapan Bunda, di Margahayu Raya. Kulantaran pingalahirkeunana masih lila, nya teu nungguan nepi ka ngalahirkeun. Beja tos ngalahirkeun katampa Ahad peuting, ditelepon ku Adam.
Waktu nu mustari keur ngaluarkeun eusi beuteung kuring geus datang. Kuring oge ikhlas hasil kegetenan dunungan salila kurang leuwih 10 tahun rek dibudalkeun, rek ditukeurkeun jeung domba akekah incu dunungan, kitu cek dunungan. Kuring mah cukup saukur ngadu’akeun mugi-mugi Argi janten budak nu sholeh, rik-rik, resep miara sabangsa kuring. Pan anu leutik oge ari dikeureuyeuh dikumpulkeun mah tungtungna jadi gede. Kitu deui geten maraban sabangsa kuring, sanajan ku duit leutik, nya ari geus pinuh mah jadi loba. Duit-duit recehan tina pamulangan sok asupkeun, kumpulkeun, lila-lila mah aya hargaan.Mun Cengcelengan Bisa Carita [1]
Papap (Bandung, 28 Maret 2008)(dipaparkeun dina acara akikahan Anargya Aidan Mulya, 31 Maret 2008)
Numutkeun cariosan dunungan, tahun salapan puluhan, karuhun kuring matuh di daerah Cipatat. Harita keur ngalong jeung babaturan di hiji warung sisi jalan raya Bandung - Cianjur. Teu kanyahoan ti mana jolna, ujug-ujug aya mobil eureun hareupeun warung. Ningal tina plat mobilna, pasti urang dayeuh nu keur pelesiran. Karuhun kuring, meureun pernah aki mun jalma mah, ditukeuran ku duit kertas kunu mawa mobil. Nu boga warung kacirina bungaheun pisan, aki kuring ditukeuran ku duit kertas. Nya aki kuring diasupkeun kana mobil, duka dibawa ka mana, teu apal. Maklum urang kampung tea, tara kamana-mana. Sakali iinditan tong ngareupkeun bisa balik deui ka lembur.
Sanggeus rada lila tumpak mobil, akhirna nepi ka hiji imah. Ka tukangnakeun majar eta imah teh aya di lembur Pondok Gede, persisna di perumahan Paranti Sejahtera. Aki kuring diperenahkan cicing dina luhureun lomari pakean dunungan, di kamar dunungan. Di kamar aya dipan tempat dunungan istirahat, aya lomari pendek, dikacaan, paragi dangdan, aya potret-potret dunungan, potret keur pangantenan, potret bojo keur gadis. Kulantaran tempatna dina luhureun lomari, jadi sing saha wae ni aya didinya bisa nyaksian sagala kajadian nu aya di kamer dunungan. Boh anu pikagumbiraeun atawa anu pikasediheun.
Dunungan geten pisan maraban. Sanajan tara unggal poe, tapi ari keur aya parab mah tara dikama-manakeun. Ngilitrik wae, aya lima ratusan, sarebuan. Lolobana lima ratusan. Boh anu bahanna aluminium atawa perunggu. Saratusan mah ampir teu aya. Eta majar leutik teuing, jadi engkena loba cacahna tapi hargana kurang. Sebenarna mah, dunungan bisa sakali ngeusian loba. Tinggal nukeurkeun keretas kana logam di took duit. Tapi da lain kitu tujuananan miara sabangsa kuring. Estuning ngumpulkeun barang anu teu manfaat atawa anu anu teu bisa ditukeurkeun kana barang mahal. Istilahna pasesaan. Coba wae lamun ditukeurkeun paling-paling ngan saukur meunang peremen hiji atawa dua. Tapi lamun dikumpulkeun, tangtu gede pisan manfaatna keur dunungan. Engke mun geus pinuh atawa sanajan acan pinuh oge, tapi aya kajadian anu dianggap penting dina kahirupan dunungan, eusi beuteung bangsa kuring bakal dibedah, dikaluarkeun. Eusinya ditukeurkeun kana naon wae anu diperlukan waktu harita.
Lamun dunungan rek marabanan, biasa sok langsung diasupkeun, didongkang ti handap. Tampolana awak sok diangkat, terus ditanggeuy, kakara parab diasupkeun. Aya sasiki aya dua siki, kumaha ayana. Dina hiji waktu, awak aki kuring diangkat, sugan the arek diparaban, ari ieu kalah ka dibantingkeunkana keramik. Gupraak, pryaaar. Kaget, nyaho-nyaho eusi beuteung geus patulayah dina lantai keramik. Awak ancur, teu kapuluk. Dunungan ngan saukur ngusap dada. Eusi beuteung aki kuring dikumpulkeun, diitung, paling-paling aya dua ratusan ribu. Tuluy diasupkeun kana amplop kertas, diteundeun dina tumpukan baju dunungan. Awak aki kuring anu patulayah, dikumpulkeun terus dipiceun kana wadah runtah. Tamat riwayat generasi munggaran.
Waruga kuring mangrupa wujud hayam jago keur cindeten. Ari aki kuring mangrupa wajud lauk emas warna beureumna ampir sarua jeung warna beureum lauk beneran. Teu kungsi lila dunungan mawa uucingan nu keur ajeg diuk. Majar cenah waktu ngaliwat deukeut Komplek Kodam Jatiwarna, teu jauh ti Paranti, aya anu majang sabangsa kuring. Eusi beuteung anu tadina aya dina beuteung aki, dipindahkeun tina amplop kana uucingan. Kahirupan turunan kadua ngamimitian. Keur ngagampangkeun urang sebut wae bapa kuring. Tempatna teu robah. Atuh cara marabanana oge tetep teu robah, sakumaha kabiasaan jaman aki kuring.
Dina hiji waktu dunungan ngangkat bapa kuring. Memang kitu kabiasaanna mun rek diasupan sok diangkat, sabab bapa kuring mah rada jangkung, jadi rada hese didongkangna ti handap. Eta mah duka pedah eusina geus rada loba atawa memang sambungan pangdiukanana kurang kuat, pangdiukan ujug-ujug beulah. Atuh eusina ragrag kabeh. Jigana pabrik anu nyieun bapa kuring kurang tarapti. Kuduna geus dibalitungkeun antara daya tahan alas jeung bobot eusina. Ulah nepika can piun geus teu kuat nahan. Pikeun kadua kalian. Eusi beuteung aki kuring ditambah anu anyar dikumpulkeun, diteundeun dina amplop kertas. Harita mah teu kungsi diitung eusina. Riwayat bapa kuring tamat nepi ka dieu.
Monday, March 24, 2008
Dari sobat untuk Anakku
- Alhamdulillahirobbil’alamin… Allohu akbar … Htrnuhun… Sbrh kg gan … [om Tik-tik]- Hamdulillah,maha suci allah yg maha menciptakan segala sesuatu dgn kehendaknya.semoga menjadi anak yg sholeh,berbakti dan bnr2 menjadi pejuangkehormatan islam [Hendra P]
- Alhamdulillah, abdi ngiring binggah,mugi putrana janten putra nu soleh.Amin [Kang Opik]
- Selamat atas kelahiran anaknya semoga menjadi anak yang SOLEH Amien {Pak Ahmad]
- Selamat atas kelahiran anaknya..apa nich laki atau perempuan?..oke.. [Beni]
- Alhamdulillah Selamat ya dam mudah 2 an di beri kesehatan,panjang umur,murah rejeki dan menjadi anak yg berbakti kepada orang tua [Arto]
- Amin mudah2an jd anak yg sholeh, brbudi pkerti luhur brbakti pd k2 org tuanya, agama dan bangsanya amien amien amien ya robal allamin “smoga menjadi keluarga yg slalu dibarokahi 4JJl amien” salam buat sidede kecil n mamahnya smoga sehat selalu [Joko Ipunk]
- Kami sekeluarga mengucapkan Selamat. atas dtngnya pejuang yg sdh di tunggu2 sejak lama semoga berbahagia & jd anak yg soleh & soleh berbakti kepada bkp & ibunya amin … wassalam [T. Taman]
- Sory ada yg lupa jngn di ajarin nakal ya … he… he… he…. (T. Taman]
- Alhamdulillah dan selamat ! ! Smoga menjadi anak yg berguna dan taa kpd ALLAH dan orgtua. [MUG & kel.]
- Selamat menjadi bapak baru pak adam, tolong tularin ke saya biar cepet2 juga [Gede Ismaya]
- Selamat ya tan..nanty klu nenenya sakit yg sbr ya itukan perjuangan seorang ibu unt memberikan yg terbaik jgn kasih su2 sapi dan jgn makan kemangi nanti asinya kering.. salam dr ziah rizka
- Boss..slametnya..junior-na geus lahir..moga jadi anak sholeh..amin [Arif Darmawan]
- Selamat mendapatkan buah hati yang pertama, mudah2an semuanya sehat and mendapatkan anak yg soleh dan berbakti sama kedua orang tua. Amin. [Devi]
- Hi Bos, selamat atas kelahiran anak [Harli & kel]
- Alhamdulillah, selamat menjadi ABAH, mudah2an sang pejuang menjadi anak yg soleh. Laki/wanita? [Yanyan]
- Alhamdulillah, selamat jd bapak adam skrg. Semoga menjadi anak yang soleh berbakti pada orang tua amin. [Novi DH]
- Puji syukur ke hadirat ALLOHUROBBI, kita telah diberikan amanah seorang anak. Hj sekeluarga ikut berbahagia, seiring doa smoga keturunan kita smua menjadi hamba2 ALLAH yg taqwa. Amin. Jam brp lahir, laki at cewek dam ? [Alit]
- Klo boleh hj ngasih masukan, menurut keilmuan bhw anak yang lahir di hari itu, besar nanti akan mnjadi “PANGUNSEN/PANEMBAHAN”, karakternya tidak mengenal “lelah” Jadi dalam memberi nama perbanyak hurup vocal “I”nya, krn hurup alip dikasroh melambangkan keilmuan yg mendukung kodrat dirinya sbg “PANGUNSEN”. [Alit]
- Untuk tambahan usahakan hurup awal nama “ALIP’, huruf akhir “NUN” juga hurup “KAP” hrs dibawa sbg lambing minggu. Contoh “IKIN”. [Alit]
- Bp sakulawargi ngiring bingah istri adam tos ngalahirkeun, sing sehat,pinter+soleh saying ka ibu bp na+ageing rizkina,doa bp+ibu di clgn [Pak Tatang]
- Pak adam selamat ya atas kelahiran putra pertamanya, semoga semuanya lancar dan sehat, salam buat ibunya mudah2an cepet pulih
n sehat kembali [Indah]
- SELAMAT ya..atas kelahiran putra pertama,smoga menjadi anak yang soleh, amin… [Chris&Ratna]
- Congratulation kang,, mudah2an jadi pejantan tangguh, minimal lebih tangguhlah di batan bapakna.. Selamat nyak kang … [Paulus]
- Wilujeung euy ! Ngiring bungah ayeuna jos janten bapak… Ok Namina saha? Tinami abi tos tiasa nebak istri atanapi pamegeut. Kumaha brol normal ? [Dicki]
- Ass,,slamet ya pa adam …. [adi]
- Selamat atas kelahiran Putra pertama. Semoga jadi anak yg sholeh. Amien. Anda layak dapat Bintang..! [Abah]
- Ass.Maaf pak Adam pulsa br isi, selamat telah lahir putra yg pertama semoga menjadi anak yg sesuai keinginan Ayah & Ibunya. Amin.
- SELAMAT ya..atas kelahiran putra pertama,smoga menjadi anak yang soleh, amin… [Chris&Ratna]
- Congratulation kang,, mudah2an jadi pejantan tangguh, minimal lebih tangguhlah di batan bapakna.. Selamat nyak kang … [Paulus]
- Wilujeung euy ! Ngiring bungah ayeuna jos janten bapak… Ok Namina saha? Tinami abi tos tiasa nebak istri atanapi pamegeut. Kumaha brol normal ? [Dicki]
- Ass,,slamet ya pa adam …. [adi]
- Selamat atas kelahiran Putra pertama. Semoga jadi anak yg sholeh. Amien. Anda layak dapat Bintang..! [Abah]
- Ass.Maaf pak Adam pulsa br isi, selamat telah lahir putra yg pertama semoga menjadi anak yg sesuai keinginan Ayah & Ibunya. Amin.
Wass. [+61813695301xx]
- Pak, Istri melahirkan ya? Selamat ya, mg sehat semua [+62856696220xx]
- Dam … Klo boleh usul, si dede kasih nama “HAMIDAN” aja. Untuk penambahan nama di depan at di belakangnya terserah adam [Alit]
- Dam … Kmh lamun ngaran si jagoan teh Aditya Hamidan. Nama et ages brdskn pemikiran mendalam sesuai keilmuan hj. Untuk
- Pak, Istri melahirkan ya? Selamat ya, mg sehat semua [+62856696220xx]
- Dam … Klo boleh usul, si dede kasih nama “HAMIDAN” aja. Untuk penambahan nama di depan at di belakangnya terserah adam [Alit]
- Dam … Kmh lamun ngaran si jagoan teh Aditya Hamidan. Nama et ages brdskn pemikiran mendalam sesuai keilmuan hj. Untuk
enaknya tolong diistihorohan. Maaf hanya sbts saran saja [Alit]
- Selamat atas kelahiran Putra pertama, smoga sehat dan menjadi anak yg soleh..amin.. (RUZ)
- Selamat atas kelahiran Putra pertama, smoga sehat dan menjadi anak yg soleh..amin.. (RUZ)
(terimakasih buat sobat-sobatku atas do'anya.............................)
Sunday, March 23, 2008
Cahaya Kegembiraan
Hamdallah, sagala puja-puji urang haturkeun ka Gusti Allah Maha KuasaDe Argy, demikian ku panggil untuk si kecil putra pertamaku. Terlahir di Bandung pada hari Minggu tanggal 23 Maret 2008 (Ahad, 15 Rabiul Awal 1429H), pukul 22.40 WIB dengan panjang 50 cm dan berat 2,85 kg.
Lengkapnya Anargya Aidan Mulya.
Ya Allah....
Anugerahilah kepada anakku kelangsungan hidup,
Kemaslahatannya bagiku adalah kesenangan diriku.
Panjangkanlah usianya dan bentangkanlah jalan-Mu untuk kami dan anakku,
Sejahterakan jiwa dan raga kami dan anakku,
Dalam segala hal yang urusannya menjadi tanggunganku
Alirkan rejeki anakku melalui tanganku
Jadikan anakku
Orang-orang yang baik dan bertakwa
Yang punya pandangan dan pendengaran
Yang taat kepada-Mu
Yang mencintai dan setia kepada kekasih-Mu
Yang membenci dan memusuhi musuh-musuh-Mu





Foto ini saya abadikan waktu De Argy umurnya kurang dari satu minggu. Kalo liat rambutnya sih kayak bapaknya .... agak-agak rancung. he... he... he...
Emang sih, temen-temen juga banyak yang bilang kayak bapaknya .... (ya iya lah ... kalau De Argy nya perempuan baru kayak ibunya .... ???)
Selamat datang di dunia ya De Argy ....
Jadilah cahaya diantara kegembiraan ku ..........
Doa ku untuk anakku
Ya Alloh, semoga kami diberkahi atas anak yang dikaruniakan dan
semoga kami senantiasa bersyukur dan semoga anak kami mencapai dewasa
dan kami mendapatkan bakti darinya.
Bandung, Maret 2008
Untuk Istriku - 2
Ketahuilah dan ingatlah
wahai istriku dan generasi keturunanku...
Sesungguhnya Alloh telah menciptakan
dan memberi rezeki kepada kita semua.
Dan Alloh tidak akan membiarkan kita begitu saja,
hidup dengan penuh sia-sia.
Karena itu Dia angkat Rosul Muhammad SAW
sebagai suri tauladan umat manusia.
Dan ingatlah
wahai istriku dan generasi keturunanku...
Barang siapa mentaati Rasul Muhammad SAW,
maka sesungguhnya kita akan beruntung
dan kelak akan selamat di akhirat nanti.
Dan ingatlah
wahai istriku dan generasi keturunanku ...
Sesungguhnya Alloh telah bersumpah
dengan masa yang didalamnya terjadi peristiwa
yang baik maupun yang buruk
bahwa setiap manusia pasti merugi,
kecuali manusia yang beriman,
beramal sholih,
serta nasihat menasihati untuk menegakkan kebenaran
dan nasihat menasihati untuk menetapi kesabaran
by Adam Mulya
Maret 2008 - Bandung
wahai istriku dan generasi keturunanku...
Sesungguhnya Alloh telah menciptakan
dan memberi rezeki kepada kita semua.
Dan Alloh tidak akan membiarkan kita begitu saja,
hidup dengan penuh sia-sia.
Karena itu Dia angkat Rosul Muhammad SAW
sebagai suri tauladan umat manusia.
Dan ingatlah
wahai istriku dan generasi keturunanku...
Barang siapa mentaati Rasul Muhammad SAW,
maka sesungguhnya kita akan beruntung
dan kelak akan selamat di akhirat nanti.
Dan ingatlah
wahai istriku dan generasi keturunanku ...
Sesungguhnya Alloh telah bersumpah
dengan masa yang didalamnya terjadi peristiwa
yang baik maupun yang buruk
bahwa setiap manusia pasti merugi,
kecuali manusia yang beriman,
beramal sholih,
serta nasihat menasihati untuk menegakkan kebenaran
dan nasihat menasihati untuk menetapi kesabaran
by Adam Mulya
Maret 2008 - Bandung
Sunday, April 1, 2007
Menggala
Dari ujung selatan ke ujung timur lampung.
Kota Menggala adalah ibukota Kabupaten Tulangbawang - Lampung Timur.Jarak antara Bakauheni ke Menggala kira-kira 5 jam kalo lewat jalur lintas timur sumatera. Tapi kalo lewat Tanjung Karang, lebih kurang 7 jam lebih. Kotanya cenderung pasif, dengan tingkat rata-rata jam hidup sampai jam 8 malam. Setelah itu kota Menggala seperti kota mati. Lalu lalang kendaraan paling satu dua.
Kota Menggala adalah kota terakhir bila kita ingin mengunjungi Sumatera Selatan [Palembang]. Kira-kira 4 jam dari Menggala kita akan tiba di Palembang. Gak usah kita bandingkan dengan Kota Bandung yang penuh dengan hingar bingar sausana kota dengan tata cahaya malam yang begitu meriah. Di Bandung kita akan mudah menemukan jajanan malam bila hanya sekedar ingin mengganjal perut yang lapar. Atau sejenak nangkring di pinggir jalan sambil menikmati jagung bakar atau bandrek. Kota Menggala tidak bisa menawarkan suasana malam seperti Bandung, tapi disitulah keunikan yang mungkin tidak pernah kita alami di Bandung. Suasana hening dan santai ternyata menawarkan keindahan sunyi malam hari.
Tapi jangan salah .... perlu keberanian tersendiri untuk bisa sampai ke Kota Menggala. Jalur lintas timur sumatera adalah jalur yang asyik tapi menegangkan. Asyiknya kita bisa menyusuri daerah pesisir Lampung bagian timur dengan pemandangan yang sangat jarang kita temukan di pulau jawa. Ada nama daerah yang mungkin sama dengan daerah Jawa, misalnya nama Labuhan Ratu, Sukabumi, Way Jepara juga kita akan melewati daerah tempat gajah-gajah sedang sekolah, yaitu Way Kambas. Sepanjang jalan sebelum masuk Kota Menggala, kira-kira 20 km, hamparan gurun tebu atau perkebunan tebu akan menyambut kita di kiri dan kanan jalan lintas timur sumatera.
Yang menegangkan adalah janganlah kita sekali-kali mobil atau kendaraan kita mogok atau kena trouble di jalan, karena anda akan berhubungan dengan orang-orang yang bernama "begal". Karena hampir 60% jalur lintas timur sumatera adalah jalur lenggang dan kosong, dimana jarak pemukiman satu dengan pemukiman yang lain jaraknya sangat jauh. Sudah bukan rahasia lagi, kalau daerah lintas timur adalah daerah rawan begal. Hiiiii .... Ngeriiiiii ...................
Polisi ....??? jangan harap bisa membantu anda dengan cepat. Jadi kalo kendaraan anda tidak fit, janganlah sekali-kali melewati jalur lintas timur.
Tuh liat, fotonya lalucu ya .... sok imut dan sok centil ...... maklum barudak dusun nyaba ka kota ....




Sunday, December 3, 2006
Kitab Tanpa Naskah
“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu…”
Dalam keadaan gelap hati dan mata. Pikiran yang mendangkal. Akal sehat yang terjual oleh syair-syair puisi Iblis, maka diambilnya sebuah batu keras dan dihujamkannya batu itu ke kepala Habil putra Adam. Seketika pula darah mengalir membasahi kepala dan menetes ke tanah. Tubuh Habil pun tersungkur.
“Aku lebih berhak mendapatkan apa yang telah menjadi keinginanku, karena dia adalah adikku. Adik yang seharusnya menjadi istriku. Engkau tidak punya hak untuk merebut hatinya dari ku, wahai saudaraku!” ujar Qabil kepada saudaranya itu.
Menyaksikan apa yang terjadi saat itu, Iblispun tertawa kegirangan. “Sudah lama sekali aku bersusah payah dan berusaha agar manusia-manusia yang rendah itu menjadi teman setiaku” ujar Iblis di dalam kegembiraannya. “Lihatlah wahai Alloh, sesungguhnya apa yang Engkau kira lebih baik dari ku, sesungguhnya adalah yang terburuk dari apa yang Engkau ciptakan kepada ku. Apakah aku masih pantas bersujud pada Adam, ciptaan Mu itu?” ucap sang Iblis.
----- OO ----
“Ayahanda, bolehkah aku menentukan pilihanku sebelum engkau tentukan pilihan mu tentang ikatan suci yang akan engkau putuskan?” ujar Qabil kepada ayahnya, Adam.
“Tidak anakku, apa yang akan kuputuskan ini adalah wujud bakti mu kepada ku” ujar Adam kepada Qabil.
Kemudian terjadilah diskusi yang cukup panjang antara Adam dan putranya, Qabil, yang tetap menolak untuk dinikahkan dengan saudara perempuannya Habil putra Adam. “Baiklah, jika engkau bersikeras menuruti keinginan mu. Besok pagi kau persembahkan sebagai korban apa yang telah engkau kerjakan selama ini. Biarlah Alloh yang menentukan siapa yang berhak menikahi saudara perempuan Qabil. Perintahku ini juga berlaku untuk mu, Habil!”
Hari yang ditentukan untuk membrikan persembahan korban pun tiba, kedua saudara itu berusaha menjalankan apa yang diperintahkan ayahnya untuk menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk dijadikan persembahan korban.
“Biarlah Alloh Yang Maha Agung menentukan segalanya!” ujar Habil kepada Qabil. Seekor kambing betina gemuk dan sehat adalah persembahan Habil kepada Sang Pencipta. Sedangkan Qabil mempersembahkan setumpukan tanaman yang buruk.
Tak lama kemudian, terdengarlah suara gemuruh yang sangat keras dan memekikkan telinga kedua bersaudara itu. Bersamaan dengan datangnya suara gemuruh, petir dengan kilatannya menyambar salah satu persembahan korban. Kilatan petir itu menyambar persembahan korban Habil tanpa menyentuh sedikitpun persembahan Qabil. Bukan main marahnya Qabil ketika melihat persembahannya tidak diterima oleh Sang Pencipta.
“Aku akan membunuhmu, Habil!” kata Qabil dengan suara yang dipenuhi dengan kemarahan kepada Habil, saudaranya.
Pada satu masa, Qabil diperintahkan ayahnya untuk mencari Habil yang terlambat pulang. Karena rasa amarah yang sudah menutupi hati dan akalnya serta dilihatnya Habil sedang sendirian, maka dihampirinya saudaranya itu. Habil pun berkata pada Qabil,” Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu ….”.
----- OO ----
“Apa yang sedang engkau tertawakan wahai raja Iblis?” tanya ular pada sang Iblis.
“Kamu lihat, manusia yang katanya hebat itu telah takluk di tangan ku. Lalu apakah aku masih pantas sujud kepada Adam, sedangkan manusia lebih lemah dari ku!” kata Iblis kepada ular.
“Apa yang telah kau lakukan pada Qabil putra Adam?” tanya ular itu kembali.
“Ketika aku dikutuk oleh Alloh, aku sangat benci akan kehadiran makhluk ini. Dan mulai saat itu aku bersumpah untuk mencari kelemahan yang paling mendasar dari manusia yang bisa membuatnya menjadi teman setiaku di neraka nanti” kata Iblis pada ular.
“Dengan cara apa?” tanya ular sambil memuji kehebatan sang Iblis.
“Pada awalnya, ketika Adam dan Hawa tertidur pulas di alam atas, aku mengamati setiap struktur tubuh manusia. Dan aku menemukan sebuah organ dari tubuh mereka yang sangat kecil, terlindungi oleh tulang dan daging. Pertanyaanku saat itu adalah kenapa organ ini sangat dilindungi oleh kerangka yang kuat dan daging yang tebal. Ternyata organ itu adalah motor utama penggerak manusia. Dan analisa ku saat itu, bila organ itu bisa kutaklukkan, maka manusia akan tidak berdaya dan akan berada di bawah kendali ku” kata sang Iblis menjelaskan.
Kemudian sang Iblis menambahkan, “Dan analisa ku ternyata terbukti, lihat Adam dan Hawa sekarang, dia telah diusir dari surga, sama seperti aku, ha,ha,ha!” Iblis pun tertawa dengan keras. “Selanjutnya, karena Qabil memiliki struktur tubuh yang sama dengan orang tuanya, karena aku selalu mengamati setiap manusia yang lahir ke dunia ini, maka apa yang kulakukan pada Qabil adalah sama dengan apa yang kulakukan pada Adam dan Hawa”.
“Apa nama organ itu, wahai Raja Iblis yang sesat?” tanya ular dengan keheranan.
“Hati, … Qalbu. Manusia mempunyai kelemahan pada hati dan qalbunya. Bila hati mereka ku sisipkan dengan sebagian sifatku, maka manusia akan dengan mudah menjadi pengikut ku”.
“Lalu apa rencanamu kedepan?” tanya ular.
“Aku telah menciptakan sebuah kitab tanpa naskah dan akan kujadikan bacaan hati buat manusia-manusia bodoh!” kata raja Iblis dengan bangga. “Aku telah berhasil menciptakan kitab tanpa naskah itu dan telah kuterapkan pada Adam, Hawa dan Qabil. Sehingga nalurinya akan sama dengan naluriku” kata Iblis dengan bangga.
“Kitab tanpa naskah? Kenapa tanpa naskah?” tanya ular.
“Kelebihan manusia adalah memiliki kecerdasan akan akal dan logika yang bisa melebihi ku. Dan aku tak ingin akal mereka melebihi dari akal ku. Karena itu kubuat kitab tanpa naskah agar tidak ada perdebatan bagaimana cara meninterprestasikannya. Kitab itu akan kuajarkan pada setiap manusia dalam satu perspektif yang sama, yang kemudian kusebut naluri syaitan. Sehingga setiap manusia akan mengikuti naluriku berdasarkan kitab tanpa naskah itu. Dan tidak akan ada perdebatan akan kitabku ini” kata Iblis meyakinkan.
Diilhami dari Surat Al-Maidah
By my self, Private Collection
Bakauheni, 2006
Dalam keadaan gelap hati dan mata. Pikiran yang mendangkal. Akal sehat yang terjual oleh syair-syair puisi Iblis, maka diambilnya sebuah batu keras dan dihujamkannya batu itu ke kepala Habil putra Adam. Seketika pula darah mengalir membasahi kepala dan menetes ke tanah. Tubuh Habil pun tersungkur.
“Aku lebih berhak mendapatkan apa yang telah menjadi keinginanku, karena dia adalah adikku. Adik yang seharusnya menjadi istriku. Engkau tidak punya hak untuk merebut hatinya dari ku, wahai saudaraku!” ujar Qabil kepada saudaranya itu.
Menyaksikan apa yang terjadi saat itu, Iblispun tertawa kegirangan. “Sudah lama sekali aku bersusah payah dan berusaha agar manusia-manusia yang rendah itu menjadi teman setiaku” ujar Iblis di dalam kegembiraannya. “Lihatlah wahai Alloh, sesungguhnya apa yang Engkau kira lebih baik dari ku, sesungguhnya adalah yang terburuk dari apa yang Engkau ciptakan kepada ku. Apakah aku masih pantas bersujud pada Adam, ciptaan Mu itu?” ucap sang Iblis.
----- OO ----
“Ayahanda, bolehkah aku menentukan pilihanku sebelum engkau tentukan pilihan mu tentang ikatan suci yang akan engkau putuskan?” ujar Qabil kepada ayahnya, Adam.
“Tidak anakku, apa yang akan kuputuskan ini adalah wujud bakti mu kepada ku” ujar Adam kepada Qabil.
Kemudian terjadilah diskusi yang cukup panjang antara Adam dan putranya, Qabil, yang tetap menolak untuk dinikahkan dengan saudara perempuannya Habil putra Adam. “Baiklah, jika engkau bersikeras menuruti keinginan mu. Besok pagi kau persembahkan sebagai korban apa yang telah engkau kerjakan selama ini. Biarlah Alloh yang menentukan siapa yang berhak menikahi saudara perempuan Qabil. Perintahku ini juga berlaku untuk mu, Habil!”
Hari yang ditentukan untuk membrikan persembahan korban pun tiba, kedua saudara itu berusaha menjalankan apa yang diperintahkan ayahnya untuk menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk dijadikan persembahan korban.
“Biarlah Alloh Yang Maha Agung menentukan segalanya!” ujar Habil kepada Qabil. Seekor kambing betina gemuk dan sehat adalah persembahan Habil kepada Sang Pencipta. Sedangkan Qabil mempersembahkan setumpukan tanaman yang buruk.
Tak lama kemudian, terdengarlah suara gemuruh yang sangat keras dan memekikkan telinga kedua bersaudara itu. Bersamaan dengan datangnya suara gemuruh, petir dengan kilatannya menyambar salah satu persembahan korban. Kilatan petir itu menyambar persembahan korban Habil tanpa menyentuh sedikitpun persembahan Qabil. Bukan main marahnya Qabil ketika melihat persembahannya tidak diterima oleh Sang Pencipta.
“Aku akan membunuhmu, Habil!” kata Qabil dengan suara yang dipenuhi dengan kemarahan kepada Habil, saudaranya.
Pada satu masa, Qabil diperintahkan ayahnya untuk mencari Habil yang terlambat pulang. Karena rasa amarah yang sudah menutupi hati dan akalnya serta dilihatnya Habil sedang sendirian, maka dihampirinya saudaranya itu. Habil pun berkata pada Qabil,” Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu ….”.
----- OO ----
“Apa yang sedang engkau tertawakan wahai raja Iblis?” tanya ular pada sang Iblis.
“Kamu lihat, manusia yang katanya hebat itu telah takluk di tangan ku. Lalu apakah aku masih pantas sujud kepada Adam, sedangkan manusia lebih lemah dari ku!” kata Iblis kepada ular.
“Apa yang telah kau lakukan pada Qabil putra Adam?” tanya ular itu kembali.
“Ketika aku dikutuk oleh Alloh, aku sangat benci akan kehadiran makhluk ini. Dan mulai saat itu aku bersumpah untuk mencari kelemahan yang paling mendasar dari manusia yang bisa membuatnya menjadi teman setiaku di neraka nanti” kata Iblis pada ular.
“Dengan cara apa?” tanya ular sambil memuji kehebatan sang Iblis.
“Pada awalnya, ketika Adam dan Hawa tertidur pulas di alam atas, aku mengamati setiap struktur tubuh manusia. Dan aku menemukan sebuah organ dari tubuh mereka yang sangat kecil, terlindungi oleh tulang dan daging. Pertanyaanku saat itu adalah kenapa organ ini sangat dilindungi oleh kerangka yang kuat dan daging yang tebal. Ternyata organ itu adalah motor utama penggerak manusia. Dan analisa ku saat itu, bila organ itu bisa kutaklukkan, maka manusia akan tidak berdaya dan akan berada di bawah kendali ku” kata sang Iblis menjelaskan.
Kemudian sang Iblis menambahkan, “Dan analisa ku ternyata terbukti, lihat Adam dan Hawa sekarang, dia telah diusir dari surga, sama seperti aku, ha,ha,ha!” Iblis pun tertawa dengan keras. “Selanjutnya, karena Qabil memiliki struktur tubuh yang sama dengan orang tuanya, karena aku selalu mengamati setiap manusia yang lahir ke dunia ini, maka apa yang kulakukan pada Qabil adalah sama dengan apa yang kulakukan pada Adam dan Hawa”.
“Apa nama organ itu, wahai Raja Iblis yang sesat?” tanya ular dengan keheranan.
“Hati, … Qalbu. Manusia mempunyai kelemahan pada hati dan qalbunya. Bila hati mereka ku sisipkan dengan sebagian sifatku, maka manusia akan dengan mudah menjadi pengikut ku”.
“Lalu apa rencanamu kedepan?” tanya ular.
“Aku telah menciptakan sebuah kitab tanpa naskah dan akan kujadikan bacaan hati buat manusia-manusia bodoh!” kata raja Iblis dengan bangga. “Aku telah berhasil menciptakan kitab tanpa naskah itu dan telah kuterapkan pada Adam, Hawa dan Qabil. Sehingga nalurinya akan sama dengan naluriku” kata Iblis dengan bangga.
“Kitab tanpa naskah? Kenapa tanpa naskah?” tanya ular.
“Kelebihan manusia adalah memiliki kecerdasan akan akal dan logika yang bisa melebihi ku. Dan aku tak ingin akal mereka melebihi dari akal ku. Karena itu kubuat kitab tanpa naskah agar tidak ada perdebatan bagaimana cara meninterprestasikannya. Kitab itu akan kuajarkan pada setiap manusia dalam satu perspektif yang sama, yang kemudian kusebut naluri syaitan. Sehingga setiap manusia akan mengikuti naluriku berdasarkan kitab tanpa naskah itu. Dan tidak akan ada perdebatan akan kitabku ini” kata Iblis meyakinkan.
Diilhami dari Surat Al-Maidah
By my self, Private Collection
Bakauheni, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)






.jpg)
.jpg)
.jpg)









